Penggemar Rahasia

Hari itu aku melihatnya. Dengan terburu-buru
mencari ruangan kelasnya.

Dia terlihat jauh lebih baik dari biasanya. Senyumnya lebih lebar dari biasanya. Tatapannya lebih dalam dari biasanya. Aku semakin tergila-gila dibuatnya.

Hari itu aku melihatnya. Duduk dengan manis bersama teman-temannya.

Dia terlihat lebih baik dari biasanya. Tawanya lebih keras dari biasanya. Bahagia terpancar jelas di wajahnya. Aku semakin terpana dibuatnya.

Hari itu dia melihatku. Berjalan menuju kantin dengan sahabatku.

Aku terlihat menyedihkan seperti biasanya. Bajuku kusut, aku tidak peduli dengan menyeterikanya. Rambutku berantakan, aku tidak peduli dengan menyisirnya.

Hari itu dia melihatku. Menguntitnya diam-diam di tengah malam.

Aku terlihat gila, tidak seperti biasanya. Tatapanku dalam, terlihat jelas betapa aku menginginkannya. Senyumku lebar, telah lama sejak aku menanti saat ini tiba.

Hari ini dia melihatku. Dia menyadari betapa aku tidak akan melepaskannya.

Aku terlihat lebih gila dari sebelumnya. Dengan lembut aku menyisir rambutnya. Dengan perlahan aku mengelus pipinya.

Akhirnya.

Akhirnya dia dapat kumiliki seutuhnya.

6475a4accf1cdb322189df11dd440255

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s