Sandarku pada Hujan

Kala itu hujan datang, di kala pula aku menanti petang. Angin berhembus mengantar rintik-rintik, perlahan kencang membuat tubuhku bergidik.

Aku tak pernah begitu membenci hujan, kalian pun juga begitu bukan? Mungkin yang tak aku suka dari hujan adalah kawannya; petir. Ia selalu riuh, gaduh, yang dengan gemar dan santainya mengusik hati-hati yang berteduh.

tumblr_nmp00pclhu1s1dopxo1_r1_500

Hujan adalah salah satu tempat bersandarku. Yah, tak selamanya kita dapat bersandar pada manusia. Setidaknya itu menurutku.

Hujan mengamankanku dari malam-malam yang sunyi. Hujan paham akan ketakutanku pada sepi. Dengan adanya hujan, aku selalu terdorong untuk berlari. Hujan mengajarkanku, bahwa tak ada yang salah dengan berdiri sendiri.

Advertisements

One thought on “Sandarku pada Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s